Anak Malas Belajar? Coba Cara Ini untuk Mengatasinya!

Bagi orang tua materi pelajaran zaman sekarang cukup sulit, sementara persaingan semakin ketat. Sebagai orang tua, Anda khawatir anak tidak dapat mengikuti materi sekolah baik. Apalagi jika anak malas belajar.

Banyak orang tua yang kemudian meminta sekolah memberikan pekerjaan rumah agar anak terpaksa belajar. Bagaimana kriteria anak yang malas belajar? Anda harus mencermati hal ini. Beberapa sekolah seperti sekolah dasar terpadu dengan jam belajar sampai jelang sore memang menerapkan ketuntasan materi di sekolah.

Dengan demikian, anak tidak perlu lagi terbebani materi pelajaran ketika sampai di rumah. Tentunya bukan berarti tidak belajar sama sekali tetapi waktunya lebih sedikit.

Beberapa anak sekolah menengah mungkin juga sudah belajar kelompok dengan teman-teman. Akibatnya di rumah anak tidak terlihat belajar.

Untuk mengetahui anak yang malas belajar dan tidak dapat dilihat dengan penyelesaian terhadap tugas-tugas sekolah tepat waktu. Anda dapat bertanya pada guru di sekolah.

Alasan Anak Malas Belajar

Ketika anak terlihat enggan belajar, sebaiknya orang tua mencari penyebabnya terlebih dahulu. Dengan demikian cara mengatasinya akan lebih mudah.

Beberapa alasan anak malas dalam belajar, antara lain:

1. Usia

Usia anak pra sekolah hingga 12 tahun atau sebelum remaja memang lebih suka bermain. Mereka belum dapat fokus dalam waktu lama untuk belajar.

2. Lelah

Apakah kegiatan anak setelah sekolah? Sebaiknya, anak diminta untuk istirahat terlebih dahulu ketika pulang ke rumah. Setelah istirahat, biasanya akan lebih mudah diminta belajar mengerjakan tugas sekolah.
Anak yang mempunyai banyak kegiatan les kemungkinan juga akan mudah lelah dan enggan belajar di rumah.

3. Suasana

Suasana di rumah ramai dan tidak mendukung dapat menjadi alasan anak menjadi malas. Orang tua yang berada di ruang sebelah dan asyik menonton televisi akan mengganggu konsentrasi belajarnya.

4. Gawai

Di zaman yang serba digital, anak tidak lepas dari gadget atau gawai. Mereka terlalu asyik bercengkrama dengan teman di dunia maya dan atau bermain game sehingga lupa dengan tugas lain.

Cara Mengatasi Anak Malas Belajar

Sudahkah Anda mengetahui penyebab anak malas? Setelah mengetahui, sebaiknya Anda tidak perlu marah dan langsung mengambil langkah berikut untuk mengatasi.

1. Memberi Teladan

Orang tua di rumah adalah teladan bagi anak. Sulit sekali bagi anak untuk belajar jika di sekelilingnya orang lain menonton televisi atau bermain gawai. Orang tua yang sering meluangkan waktu untukmembaca buku misalnya, akan ditiru oleh anak.

2. Ruang Khusus

Jika rumah Anda termasuk ramai,berilah anak ruang khusus atau sudut khusus belajar. Sudut belajar ini tidak perlu besar, yang penting nyaman dan jauh darihingar binger suasana rumah lain.

3. Memenuhi Kebutuhan Anak

Kewajibab anak adalah belajar, sebaliknya hak mereka adalah dipenuhi kebutuhannya. Ketika belum dapat memenuhi kebutuhan, berilah penjelasan dengan baik agar mereka memahami. Demikian juga saat kebutuhan sekolah mereka diberikan,Anda dapat mnenambahkan berbagai penjelasa.

Jelaskan bahwa Anda bekerja keras dan sayang pada mereka. Harapannya anak dapat memberi yang terbaik dari sekolah.

4. Memberi Perhatian

Berilah anak perhatian setiap hari. Jangan hanya melihat nilai akhir saja dan menyalahkan jika tidak memuaskan.

Perhatian dapat dalam bentuk pertanyaan, bagaimana dan apa yang mereka alami di sekolah dan adakah tugas sekolah hari ini.

5. Menjelaskan Makna Belajar

Anak dapat malas karena tidak dapat memahaminya. Berilah penjelan sesuai usia anak apa makna belajar dan apa yang terjadi jika malas. Sertakan contoh nyata anak yang rajin dan hasilnya. Jika memungkinkan carilah tokoh yang dikenal anak.

6. Menjauhkan Gadget

Gadget adalah sebuah benda elektronik zaman kini yang sering identic dengan telepon pintar. Jika Anda ingin anak belajar, ciptakan jam tanpa gadget selama beberapa jam di rumah. Dijamin cara ini akan membuat anak semangat belajar sebab tidak ada kegiatan yang dapat dilakukan.

Sekian posting tentang anak malas belajar dan cara mengatasinya. Terimalah semua prestasi anak sesuai kemampuan mereka dan jangan membedakannya dengan anak lain. Semoga bermanfaat.

Baca juga : Gadget untuk anak sangat perlu diawasi dengan ketat

You May Also Like

About the Author: Nani Ana

error: Content is protected !!