Bangga Menjadi Ibu Rumah Tangga, Mengapa Tidak?

Pernahkah Anda bertemu teman lama dan mereka bertanya, apa profesi Anda sekarang? Dalam bahasa sehari-hari ada juga yang bertanya langsung, dinas di mana sekarang? Umumnya, wanita yang tidak bekerja atau tidak berkarir di dunia kantor akan menjawab dengan senyuman. Ketika menjawab, Anda akan berkata, “Saya tidak berkerja, hanya ibu rumah tangga biasa”. Pernyataan yang sangat merendahkan diri sendiri karena seharusnya Anda bangga menjadi ibu rumah tangga.

Pengertian Ibu Rumah Tangga

Sebenarnya jika dibahas menurut bahasa, kata ibu rumah tangga merujuk kepada semua wanita yang telah menikah. Namun, dalam kehidupan sehari-hari ibu rumah adalah semua wanita dengan status menikah dan tidak mempunyai pekerjaan secara formal dan menghasilkan. Meski sebenarnya wanita di dalam keluarganya mempunyai banyak pekerjaan yang tiada habis, mulai dari bangun tidur pagi hari sampai tidur kembali di malam hari. Apalagi jika wanita tersebut mempunyai anak usia balita.

Dengan pekerjaan yang dianggap tidak menghasilkan dan berkelas, wanita sering kali merasa rendah diri. Seakan semua prestasi ketika sekolah hingga kuliah sia-sia. Ini kemudian membuat wanita ketika mempunyai anak perempuan akan mendorong sang anak berkarir atau sebaliknya. Anak perempuan tidak perlu lagi sekolah tinggi.

Tahukah Anda, semua prestasi dan pendidikan tinggi ketika masih belum menikah sangat bermanfaat untuk keluarga. Perhatikan bahwa mendidik anak zaman kini butuh ilmu. Bagaimana mungkin Anda ingin anak sukses di sekolah jika Anda tidak membimbingnya? Ilmuwan dan tokoh terkenal di dunia, semua sukses karena ibu yang pandai.

Mengapa Harus Bangga Menjadi Ibu Rumah Tangga?

Masih minder karena tidak berkarir di kantor? Ini beberapa alasan mengapa Anda harus bangga dengan profesi ibu rumah tangga.

1. Waktu dengan Keluarga Lebih Banyak

Pertemuan yang sedikit tetapi berkualitas lebih baik dibandingkan setiap hari tetapi tidak bernilai. Alasan ini sering dikemukakan wanita karir yang lebih benyak menghabiskan waktunya untuk pekerjaan di luar rumah.

Hal di atas dapat benar dan tidak. Banyak wanita yang di rumah saja dan keluarga tidak terurus. Namun, tahukah Anda banyak wanita yang merindukan saat-saat mendampingi buah hati? Melihat mereka pertama kali berjalan, mengantar saat pertama masuk sekolah, dan mendampingi disetiap momen suka dan duka. Anak akan senang jika Anda sebagai ibu selalu ada saat mereka membutuhkannya.

2. Penghasilan Tidak Terbatas

Ibu rumah tangga mempunyai banyak kesempatan untuk berpenghasilan tidak terbatas waktu dan jumlah. Selama Anda dapat memanajemen waktu dengan baik, Anda dapat melanjutkan dan mengembangkan passion. Apalagi di zaman digital ini. Dari rumah Anda dapat melakukan apa saja. Jualan online, bekerja sebagai penulis freelance, mengembangkan crafting, dan sebagainya. Banyak wanita yang berhasil dengan ini.

3. Tidak Tergantung Pada Orang Lain dalam Mengurus Keluarga

Jika Anda bekerja di luar rumah, Anda harus mencari seseorang yang mengurus rumah dan anak-anak. Beberapa keluarga dibantu orang tua atau nenek dari anak,sementara lainnya dibantu asisten rumah tangga dan baby sitter.

Bagaimana jika anak sakit? Tentunya sebagai orang tua akan risau. Apalagi, orang tua Anda sudah lanjut usia, sudah tidak seharusnya dibebani pekerjaan yang dulu sudah mereka lakukan terhadap Anda, meski mereka yang meminta. Sementara asisten rumah tangga atau baby sitter tidak selamanya bekerja pada Anda.
Profesi ibu rumah tangga membuat Anda tidak terganting pada orang lain dalam hal mengurus keluarga.

4. Kesempatan Mengembangkan Hobi

Pekerjaan ibu rumah tangga tidak terikat waktu seperti di kantor. Ini membuat Anda mempunyai kesempatan lebih banyak untuk terus belajar dan mengembangkan hobi. Siapa tahu hobi ini akan mengantarkan Anda mempunyai penghasilan lebih banyak dibandingkan ibu bekerja di luar rumah.

Jadi bangga menjadi ibu rumah tangga, mengapa tidak? Bukan berarti bekerja di luar rumah tidak baik. Semua tentu mempunyai konsekuensi tersendiri. Setiap keputusan dan langkah yang diambil penuh dengan resiko. Selama dijalani dengan ikhlas, maka Anda akan bahagia.

Baca juga : Sekolah orang tua atau parenting school, apakah diperlukan?

You May Also Like

About the Author: Nani Ana

error: Content is protected !!