Fakta Kerokan yang Mencengangkan Dan Tidak Diketahui Banyak Orang

Hayo.. siapa nih yang hobi banget sama kerokan? Tiap kali badan terasa tidak enak, masuk angina atau mulai pegal-pegal pasti minta dikerokin. Ajaibnya, sesaat setelah kerokan badan pun terasa sehat dan segar. Nah, banyak orang penggemar kerokan justru belum tahu bahwa ada fakta kerokan yang sedikit mengejutkan lho!

Metode pengobatan ketimuran yang satu ini memang sudah terkenal sekali menjadi ciri khas Indonesia. Kerokan juga terus dipraktikkan secara turun temurun dari generasi ke generasi bahkan sampai saat ini yang sudah terkenal sebra canggih. Kalau kamu adalah salah satu dari penggemar metode pengobatan yang satu ini, coba deh simak ulasan berikut!

Fakta Kerokan

Tahu kah kamu bahwa ada beberapa hal yang sampai saat ini diyakini masyarakat soal kerokan tetapi sebenarnya hal tersebut salah. Beberapa diantaranya adalah soal warna merah yang dihasilkan setelah kerokan menandakan tingkat keparahan masuk angin.

Sebenarnya, warna merah yang ditimbulkan saat kerokan sama sekali tidak berkaitan dengan tingkat keparahan masuk angina nya lho! Nah, agar lebih jelas, yuk kita cari tahu bersama beberapa fakta kerokan yang jarang orang tahu!

1. Warna merah hasil kerokan

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya kalau warna merah yang dihasilkan ketika kamu sedang kerokan sebenarnya tidak ada kaitannya sama sekali dengan tingkat keparahan masuk angin mu.

Faktanya warna merah yang ditimbulkan tersebut merupakan jejak pembuluh darah yang terbuka atau pecah bersamaan dengan gesekan koin di permukaan kulit. Hal ini dikarenakan pada dasarnya, metode kerokan pada dasarnya merupakan metode untuk melebarkan pembuluh darah tepi yang menyempit.

2. Punggung emang paling ideal

Kamu suka kerokan sampai ke dada, leher, tangan bahkan kaki? Sebenarnya, saat kamu kerokan ga perlu sampai jauh-jauh kok. Cukup kerokan di punggung saja!

Yap, punggung adalah area paling ideal untuk kerokan karena di punggung terdapat banyak sekali pembuluh darah yang panyang dengan jangkauan yang luas pula.

Pembuluh darah tepi yang pecah akibat kerokan akan memaksa seluruh pembuluh darah untuk melebar. Jika kamu memilih area dengan pembuluh darah yang panjang dengan jangkauan luas sebagai lokasi kerokan, otomatis kamu akan mendapatkan hasil yang optimal karena dapat melebarkan banyak pembuluh darah.

Jika kamu memilih area lain seperti tangan atau kaki untuk kerokan, kamu tidak akan mendapat hasil yang optimal. Hal ini dikarenakan pada area tersebut hanya ada pembuluh kecil dan pendek.

3. Candu

Tahukah kamu bahwa kerokan itu adalah candu? Layaknya mengkonsumsi narkoba yang membuat penggunanya kecanduan, kerokan pun bersifat candu atau menyebabkan penggunanya ketagihan. Hal ini dikarenakan saat kerokan tubuh memproduksi suatu zat mirip morfin yang disebut beta endorphin.

Tekanan yang dihasilkan saat kerokan akan merangsang bagian endotel yang terletak di bagian terdalam pembuluh darah. Endotel adalah bagian tubuh yang bertugas memproduksi endorphin. Dengan rangsangan yang diberikan tersebut jaringan endotel akan memproduksi hormone endorphin lebih banyak.

Keberadaan endorphin dalam tubuh menghasilkan sensasi tenang dan segar. Sensasi inilah yang mengakibatkan orang senang ketika dikeroki. Namun, kamu harus hati-hati ya. Jangan sampai kamu sangat ketagihan dengan kerokan!

Bahayanya Kerokan

Pada dasarnya, kerokan memang tidak membahayakan dan boleh saja dilakukan. Namun, jika dilakukan secara berlebihan, kerokan juga bisa merugikan lho. Berikut bebrapa dampak negative yang ditimbulkan akibat kerokan.

1. Memicu kontraksi

Terkhusus bagi ibu hamil, sebaiknya tahan dulu hasrat mu untuk kerokan. Memilih metode pengobatan lainnya sangat dianjurkan karena kerokan sejatinya dapat memicu terjadinya kontraksi. Hal ini dipicu oleh zat cytokine yang merangsang pelepasan hormone prostaglandin dan memicu timbulnya kontraksi pada rahim sebelum waktunya.

2. Melebarkan pori-pori

Kerokan sebenarnya juga merangsang melebarnya permukaan kulit. Akibatnya, pori-pori pun ikut melebar. Jika hal ini terjadi, maka tubuh pun akan lebih rentan terkena penyakit.

Nah, itulah beberapa fakta kerokan yang harus kamu ketahui. Tak perlu takut untuk kerokan, asalkan dilakukan dengan benar dan tidak berlebihan kerokan boleh saja kamu lakukan! Semoga bermanfaat!

Baca juga : Konsumsi antibiotik yang benar, agar penyakit tak jadi kebal

You May Also Like

About the Author: Izzatun Nadia

error: Content is protected !!