Kampanye Anti Phubbing, Yuk Menjadi Bagiannya!

Pernahkan Anda berbicara dengan seseorang dan orang tersebut tidak memperhatikan? Apa yang Anda rasakan dan lakukan? Apa yang dilakukan orang tersebut? Phubbing adalah sebuah kata yang baru dikenal di dunia mengenai seseorang yang sangat sibuk dengan telepon pintar yang dimiliki. Orang tersebut seperti berada di dunia lain sedangkan fisikinya berada di tempat tertentu. Kampanye anti phubbing dilakukan untuk mengubah kondisi tersebut.

Seorang yang phubbing sangat mengganggu orang di sekitarnya karena dunia keduanya menjadi tidak terhubung. Anda berada di dekatnya, tetapi pembicaraan dan hati tidak berhubungan satu sama lain.

Efek Phubbing Cukup Membahayakan, Sehingga Perlu Dilakukan Kampanye Anti Phubbing

Pengaruh phubbing yang paling siginifikan adalah dalam hubungan sosial. Hubungan orang tua dan anak, suami dan isteri, pertemanan dalam kelompok, dan sebagainya dapat rusak. Pengaruh dan akibat yang awalnya tidak akan terasa. Namun, jika hubungan sudah hancur maka seorang yang phubbing baru akan menyadari, meski tidak langsung membuatnya berubah perilaku.

Mengapa phubbing berefek buruk pada hubungan sosial karena biasanya kebiasaan ini baru terasa ketika berkumpul. Misalnya, sebuah keluarga makan bersama tetapi masing-masing orang tua dan anak sibuk dengan gawainya. Padahal seharusnya kumpul bersama keluarga menjadi ajang berbagi dan komunikasi, itu tidak terjadi.

Efek phubbing yang paling parah adalah tidak bisa hidup tanpa gadget. Beberapa menit saja tidak membukanya membuat hidup hampa. Ketika sedang beraktivitas yang lain Anda teringat dengan gawai. Ingat dengan status yang baru dibuat di sosial media dan ingin tahu apa komentar orang mengenainya.

Tips Mencegah Phubbing

Tidak ada masalah yang tanpa solusi, begitu kata orang bijak sering berkata. Apalagi fenomena phubbing yang baru ada sekitar 10 tahun terakhir, di mana telepon pintar merajai pasaran. Pasti ada jalan keluarnya. Beberapa cara mengatasi, bagian dari kampanye anti phubbing, yang dapat Anda lakukan, yaitu:

1. Membatasi Waktu Penggunaan Gawai

Gawai atau gadget atau telepon pintar atau android atau apa pun Anda menyebutnya, harus dibatasi penggunaannya. Contoh pembatasan yang dapat dilakukan adalah kesepakatan untuk tidak menggunakan gadget 2 jam pada jam tertentu. Awalnya akan terasa berat tetapi lama-kelamaaan Anda akan terbiasa. Bukankah dahulu Anda juga bahkan tidak menggunakannya seharian?

2. Komitmen Bersama

Selain membatasi penggunaan gadget, Anda dapat membuat komitmen bersama dengan pasangan, keluarga, anak, dan teman berkumpul. Komitmen yang dapat dibuat, misalnya untuk tidak membuka gawai saat berkumpul. Ini akan sangat membantu untuk mencegah dan mengatasi phubbing.

3. Tidak Mengupdate Status

Ketika Anda akan menghadiri acara penting atau kumpul bersama teman dan keluarga, hindari membuat status minimal setengah jam sebelumnya. Apalagi mengupdate status setiap saat. Update status akan membuat Anda tergelitik untuk selalu membuka gawai. Akhirnya ketika gawai dibuka, Anda akan lebih banyak terlibat dengan dunia maya dibandingkan dengan orang di sekeliling yang lebih dekat secara fisik.

4. Menjauhkan Gawai

Jika Anda berada di kelompok yang belum dapat mempunyai kesempatan tentang gawai, Anda harus menyontohkannya. Jauhkan gawai dari pandangan mata ketika berkumpul atau bertemu. Ini akan membuat semua yang hadir saling menghargai.

Jangan hanya menutup gawai tetapi masih memegangnya di tangan. Ketika gawai berbunyi Anda masih dapat meraihnya. Masukkan gawai ke dalam tas dengan volume sedikit dikeraskan. Orang atau kerabat yang memerlukan Anda tetap dapat menghubungi melalui telepon jika ada hal penting.

Itulah beberapa bagian dari kampanye anti phubbing. Kampanye yang akan menghindari Anda dari hubungan tidak sehat dengan orang-orang di sekeliling akibat phubbing.

Baca juga : Bijak menggunakan smartphone atau gadget di era digital

You May Also Like

About the Author: Nani Ana

error: Content is protected !!