Kesalahan Orang Tua Dalam Mendidik Anak

Kesalahan Orang Tua Dalam Mendidik Anak

Anak anda sering membangkang kepada anda? sering melawan? Mom, jangan sepenuhnya menyalahkan anak. Karena tidak sepenuhnya hal itu terjadi semata-mata karena alasan di anak anda. Di balik anak yang membangkang, ada kesalahan orang tua dalam mendidik anaknya.

Anak adalah amanah bagi anda yang anda harus jaga dan didik dengan baik. Sebelum anak anda bersekolah, didikan yang mereka terima itu berasal dari rumah sendiri.  Untuk itu, pada kesempatan itu orang tua memberikan pengajaran,didikan yang baik agar anak bisa menjadi anak yang taat.

Mungkin sebagian dari anda yang kadang mendidik anak dengan cara yang kasar ataupun dengan nada yang keras. Bukannya anak anak anda menurut, justru karena hal itu anak menjadi suka melawan bahkan membentak anda karena mereka mengambil contoh dari perlakuan anda ke mereka.

Kesalahan Orang Tua Dalam Mendidik Anak

Berikut ini  bentuk kesalahan yang sering dilakukan oleh orang tua dalam mendidik anak-anaknya.

1. Menumbuhkan Rasa Takut Dan Minder Pada Anak.

Apa anda pernah menakut-nakuti anak anda ketika mereka menangis? contohnya “kalau kamu ga diam nanti ada setan di belakang kamu” . Dengan begitu, anda secara tidak langsung membuat anak anda menjadi anak yang penakut. Seperti takut pada bayangannya sendiri, takut pada sesuatu yang sebenarnya tidak perlu ditakutinya. Misalnya: Takut ke kamar mandi sendiri, takut tidur sendiri karena seringnya mendengar cerita tentang hantu.

2. Membiasakan Anak-Anak Hidup Berfoya-Foya

Dengan kebiasaan ini, sang anak bisa tumbuh menjadi anak yang suka kemewahan, suka bersenang-senang. Hanya mementingkan dirinya sendiri, tidak peduli terhadap keadaan orang lain. Ketika anak telah terbiasa hidup berfoya-foya dia akan menuntut hal itu terus menerus. Ketika anda tidak lagi dapat memenuhi keinginan mereka, maka mereka akan memaksa anda untuk memberikan apa yang mereka mau.

3. Selalu Memenuhi Permintaan Anak.

Hal ini hampir sama dengan point ke 3 di atas. Dengan begitu anak anda akan terum menerus meminta sesuatu kepada anda. Seperti, minta dibelikan sepatu padahal baru saja anda membelikan sepatu sebulan yang lalu. Dengan begitu anak anda tidak bisa menghargai uang.

4. Selalu Memenuhi Permintaan Anak Ketika Menangis

Sering terjadi ketika anak anda masih kecil, mereka meminta permen tetapi anda tidak memberikannya karena dengan alasan nanti anak anda batuk-batuk. Kemudian mereka menangis dan terus menangis dan pada akhirnya anda memberikan permen tersebut. Hal ini kadang kita tidak sadari mom, dengan begitu anak akan berfikir ketika mereka menangis keinginan mereka pasti akan terpenuhi.

5. Terlalu Keras Dan Kaku Dalam Menghadapi Mereka

Mengekang anak memang perlu. Tapi hanya dalam batas yang wajar. Contohnya, anak anda telah memasuki masa pubertas. Anda tidak seharusnya melarang mereka untuk berpacaran. Ketika anda melarangnya, anak anda akan terpaksa berbohong. Sebaiknya anda memberikan mereka kebebasan yang sewajarnya agar anda bisa mengontrol mereka.

6. Terlalu Pelit Pada Anak-Anak, Melebihi Batas Kewajaran.

Hal ini merupakan poin yang berbanding terbalik dengan poin ke 3. Perhitungan memang perlu mom, tetapi bukan berarti hemat pada porsi yang over. Ketika anda terlalu pelit maka kebutuhan anak anda tidak terpenuhi, hal itu yang kadang menodorong anak untuk mencuri agar kebutuhan mereka terpenuhi.

7. Tidak Mengasihi Dan Menyayangi Mereka

Kasih sayang itu sangat penting mom, ketika anak merasa kurang disayang,kurang diperhatikan maka mereka akan keluar mencari apa yang mereka tidak dapatkan di rumah.

8. Hanya Memperhatikan Kebutuhan Jasmaninya Saja.

Orang tua yang sibuk bekerja akan jarang berada di rumah. Anda mungkin berfikir anda sibuk bekerja itu karena demi memenuhi kebutuhan mereka. Padahal anak anda tidak hanya membutuhkan materi tapi juga memiliki kebutuhan rohani yaitu kasih sayang. Mom sebaiknya anda meluangkan sedikit waktu untuk berbagi cerita,sharing,bercanda bersama anak.

 

Apa anda pernah melakukan salah satu kesalahan di atas? Mom sayangilah anak anda.

You May Also Like

About the Author: Eka Yuliana

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!