Membuat Catatan Keuangan Pribadi Begini Caranya

Pernahkah anda membuat catatan keuangan pribadi? Apakah catatan seperti ini harus dibuat?

Menurut saya, catatan keuangan itu super duper penting. Apalagi bila anda adalah seorang visioner yang menginginkan kemapanan keuangan. Ini hal yang amat sangat penting.

Tanpa adanya pencatatan yang tepat, anda tidak akan paham mengenai perkembangan keuangan. Kalau tak paham, kapan akan mencapai kemapanan?

Simpel saja lah, seorang pebisnis yang tidak memiliki rekam data keuangan bisa mengalami kerugian besar. Karena arus masuk keluar uang tidak jelas. Bahkan ia sendiri bisa bingung kemana sajakah uangnya berada.

Ini akan sangat kacau bila dilanjutkan. Maka sangat penting bagi anda untuk memiliki catatan finansial sendiri. Nah, nanti akan saya ajari cara membuatnya.

Membuat Catatan Keuangan Simpel

Karena diperuntukkan secara pribadi, jadi tak perlu dibuat ribet. Buat dengan simpel saja. Asalkan jelas arah masuk keluar maka sudah bisa disebut layak.

Nah, sejak awal anda sudah harus punya perkiraan pengeluaran yang biasa anda keluarkan. Agar nanti lebih mudah dalam membuat catatan keuangan.

Satu hal lagi yang harus saya tekankan adalah anda harus bersedia super disiplin dalam melakukan program ini. Karena bila tidak, uang anda akan bocor kemana-mana.

Kalau anggaran habis dan tidak ada sisa, kapan anda bisa liburan dan membeli barang sesuai keinginan? Jadi disiplin adalah kunci utamanya ya!

Tanpa basa-basi lagi yuk mulai praktik saja dengan langkah-langkah di bawah ini:

1. Pastikan Membayar Angsuran Lebih Dulu

Dalam hal menyusun keuangan, hal paling prioritas selain kebutuhan ialah angsuran. Atau utang. Anda harus menuntaskan ini paling pertama.

Bila gaji sudah ditangan, segera ambil bagian untuk utang. Ini harus ya! Tidak boleh diabaikan. Karena utang itu dibawa mati lho! Makanya ini super prioritas dan harus diletakkan di nomor satu.

2. Buat Anggaran Kebutuhan

Catat semua jenis kebutuhan yang harus anda beli di awal bulan. Lalu survey harganya menggunakan nota pembelian bulan lalu. Lantas jumlahkan semuanya.

Ambil uang sesuai nominal atau lebihkan beberapa. Hal ini berlaku pula untuk kebutuhan seperti transportasi, beli buku, dan makanan hewan peliharaan bila punya.

3. Buat Anggaran untuk Tabungan

Bila anda tidak memaksakan diri, saya jamin anda akan sangat sulit untuk menabung. Ini serius. Hal baik itu bisa terlatih karena paksaan.

Maka saya anjurkan supaya anda memaksa diri untuk menabung. Paling minimal 15% saja dari uang gajian. Tapi lebih baik bila mencapai 25%.

Karena anda tidak akan tahu akan ada kejadian apa di masa depan, maka tugas anda hanya mempersiapkan.

4. Langsung Buat Deh Neraca Keuangan

Setelah urusan utang selesai, kebutuhan sudah, dan tabungan juga beres, maka mari buat laporan keuangan. Nah, tinggal sisa uang jajan kan, maka ini harus bisa anda kontrol. Biasanya anggaran paling bengkak disini.

Buat kolom tanggal, debit (uang masuk), kredit (uang keluar), total atau sisa uang, dan keterangan. Itu harus anda isi secara teratur dan konsisten.

Bila neraca balance alias nol di akhir bulan, sudah bagus. Karena anda sudah memiliki tabungan. Tapi misal ada sisa maka lebih baik. Dan pastikan jangan sampai minus.

Mulai dari Diri Sendiri

Catatan keuangan simpel seperti ini paling tidak bisa melatih anda untuk disiplin. Anda akan tahu kemana uang anda pergi setelah memiliki catatan.

Kelak bila anda memiliki bisnis sendiri, anda pun harus memiliki catatan juga. Maka ini merupakan langkah sederhana yang murah. Yang bisa anda mulai sekarang juga.

Membuat catatan keuangan pribadi itu mudah kan? Praktikkan di rumah ya.

Baca juga : Kiat jitu menabung meski hanya bergaji UMR

You May Also Like

About the Author: Rafiah

error: Content is protected !!