Mencegah Kehamilan Tanpa KB Bisa Loh, Seperti Ini Metodenya!

Pada umumnya, pasangan suami istri memilih menggunakan alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan. Beberapa metode kontrasepsi yang menjadi favorit adalah pil KB, suntik KB dan KB spiral. Namun, ternyata ada lho metode kontrasepsi yang dapat dilakukan tanpa menggunakan alat KB.

KB tanpa alat tersebut sering dikenal dengan istilah KB alami. Metode ini bisa dijadikan pilihan bagi mereka yang tidak mau tubuhnya dimasuki benda asing, tidak cocok memakai metode kontrasepsi sehingga menimbulkan reaksi yang berlebihan atau takut dengan efek samping penggunaannya.

Mencegah Kehamilan dengan KB Alami

Ada beberapa metode yang dapat dilakukan untuk melakukan KB alami ini.

1. Tidak Berhubungan Seksual di Masa Subur

Cara pertama yang fapat dilakukan adalah dengan tifak berhubungan seksual ketika istri sedang dalam masa subur atau masa ovulasi. Hal ini dikarenakan, peluang terjadinya kehamilan sangat tinggi di masa-masa tersebut. Masa ovulasi merupakan masa dimana sel telur dilepaskan ke dalam rahim untuk dibuahi oleh sel sperma.

Walaupun demukian, sebenarnya peluang terjadinya kehamilan masih tetap ada bahkan setelah masa ovulasi berlangsung. Hal ini dikarrnakan sperma yang sehat dapat bertahan selama dua bahkan hingga lima hari, sedangkan sel telur dapat bertahan hingga empat hari setelah masa ovulasi.

Lantas, bagaimana cara mengetahui kapan seorang wanita mengalami ovulasi setiap bulannya?

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui kapan masa ovulasi tiba. Cara pertama adalah dengan menggunakan metode penghitungan kalender. Cara ini membutuhkan data periode menstruasi untuk dapat memprediksi waktu ovulasi.

Kelemahan dari cara ini adalah, hanya bisa dilakukan oleh mereka yang memiliki jadwal menstruasi yang teratur. Apabila jadwal menstruasi tidak teratur, maka akan sangat sulit melacak kapan waktu ovulasinya. Namun jika kamu bisa mencoba cara ini, maka kamu pasti bisa mencegah kehamilan.

Cara ke dua adalah dengan mengukur suhu tubuh. Lebih tepatnya adalah suhu basal tubuh. Suhu basal tubuh merupakan suhu tubuh saat benar-benar dalam kondisi beristirahat. Pengukuran suhu ini dapat dilakukan dengan menggunakan termometer badan digital.

Namun, hasilnya akan lebih akurat jika menggunakan termometer khusus untuk mengukur suhu basal tubuh. Saat ovulasi terjadi, biasanya tubuh akan bereaksi dengan menaikkan suhu tubuh sedikit. Sebaiknya, lakukan pengukuran saat pagi hari sebelum memulai melakukan aktivitas.

Cara terakhir adalah dengan memeriksa lendir serviks. Cara ini mengharuskan untuk melakukan pengecekan pola lendir serviks selama siklus menstruasi. Biasanya, sebelum sel telur dilepaskan, lendir akan keluar lebih banyak dan lebih encer dari biasanya.

Maka, jika ingin menggunakan metode ini, catatlah kondisi lendir yang keluar dari vagina setiap hari sejak selesai menstruasi. Lendir yang dikeluarkan saat ovulasi biasanya berwarna bening, lebih encer, dan dalam jumlah yang banyak atau mirip dengan putih telur.

2. Memberikan ASI Eksklusif Bisa Mencegah Kehamilan

Selain bermanfaat untuk bayi, ternyata memberikan ASI eksklusif juga bisa berdampak baik untuk ibu yang ingin mencegah dan mengatur jarak kehamilan. Memberikan ASI eksklusifdiketahui dapat menghambat terjadinya ovulasi dan menstruasi pada ibu yang baru melahirkan.

Syarat utama cara ini adalah dengan memberikan ASI secara langsung pada vayi. Hal ini dikarenakan proses pengisapan bayi juga memegang peran penting dalam keberhasilan metode ini.

3. Mengeluarkan Penis Sebelum Ejakulasi

Cara terakhir yang bisa dilakukan untuk menxegah krhamilan adalah dengan menarik penis sesaat sebelum terjadi ejakulasi. Hal ini sangat dapat dilakukan jika pasangan suami istri ingin melakukan hubungan seksual ketika sang istri berada pada masa subur. Hal penting yang harus diingat adalah bahwa sang suami harus benar-benar mengasai diri dan perkiraan waktu yang tepat.

Mencegah kehamilan dengan KB alami tidak akan menguras kantong, tetapi memang metode ini tidak seefektif alat kontrasepsi dalam hal mencegah terjadinya kehamilan. Namun, cara tersebut cukup pantas dicoba, apalagi bagi pasangan yang tidak berkenan dengan alat kontrasepsi. Semoga bermanfaat!

Baca juga : Melahirkan normal tanpa jahitan, apakah bisa ya?

You May Also Like

About the Author: Izzatun Nadia

error: Content is protected !!