Mencuci Pakaian Bayi Sendiri, Tidak Susah Lho Bunda!

Memiliki seorang bayi adalah sebuah kebahagiaan tersendiri. Namun, mempunyai bayi juga berarti kesibukan yang bertambah. Bayi mempunyai jam istirahat dan tidur yang berbeda dengan anak usia balita, apalagi orang dewasa. Bayi juga belum dapat berbicara sehingga Anda harus menerjemahkan setiap tangisannya. Mencuci pakaian bayi merupakan masalah sendiri. Meskipun pakaiannya kecil-kecil, yang dicuci harus banyak. Dalam sehari bayi berkali-kali berganti pakaian.

Mengapa Pakaian Bayi Harus Sering Diganti?

Pakaian bayi harus sering diganti, akibatnya jumlah cucian Anda bertambah banyak. Lantas mengapa pakaian bayi harus sering diganti? Ini penyebabnya.

1. Bayi Mempunyai Kekebalan Tubuh Belum Sempurna

Kekebalan tubuh bayi belum sempurna. Bayi mudah sekali tertular penyakit atau terkena infeksi. Oleh karena itu di setiap kegiatan, pakaiannya harus diganti.

2. Bayi Harus Selalu Hangat

Pakaian bayi tidak boleh basah, baik karena keringat atau ompol. Pakaian basah akan membuat bayi kedinginan dan daya tahan tubuh menurun.

3. Bayi Tidak Boleh Kena Paparan Air Seni Terlalu Lama

Bayi belum dapat mengendalikan buang air kecil dan besarnya. Akibatnya, dia dapat beberapa kali melakukan BAK dan BAB. Ini tentu membuat baju dan celananya kotor.

Air senin dan sisa buang air besar membawa banyak virus, bakteri, atau jamur. Jika kulit bayi terpapar hal tersebut terlalu lama, maka dapat menimbulkan ruam. Ruam sangat mengganggu bayi Anda.

Mencuci Pakaian Bayi Sendiri,Begini Caranya!

Anda tidak perlu risau dengan pakaian bayi yang harus dicuci. Jika Anda sehat, semuanya bahkan dapat dilakukan sendiri. Perhatikan saja langkah-langkah berikut.

1. Segera Mencuci Popok Bayi

Baju yang tidak terkena pipis atau kotoran bayi dapat dicuci keesokan harinya. Namun popok bayi harus segera dicuci.

Popok yang terkena air seni mengandung zat urea yang mengeluarkan bau menyengat dan merusak bahan. Selain itu, jika tidak langsung dicuci kotoran akan menempel dan sulit membersihkannya.

Jika Anda tidak sempat langsung mencucinya, bersihkan popok dari kotoran dan rendam beberapa saat menggunakan sedikit sabun. Setelah direndam,sisihkan untuk dicuci keesokan hari berbarengan dengan pakaian.

2. Memisahkan Pakaian Bayi

Sebaiknya pisahkan pakaian bayi dengan pakaian dewasa. Jika Anda menggunakan asisten rumah tangga jangan lupa memberi info ini.

Pakaian bayi,khsusunya popok yang belum bersih, jika menempel dengan pakaian lain akan membuat pakaian tersebut ikut cepat rusak. Di samping hal tersebut, mungkin pakaian anak yang lebih besar atau orang dewasa memiliki kuman yang dapat menular ke bayi.

3. Memilih Deterjen yang Baik untuk Bayi

Usahakan memilih deterjen dengan sedikit kandungan bahan kimia untuk pakaian bayi. Kulit bayi yang sensitif akan mudah mengalami masalah. Saat ini banyak diproduksi khusus pakaian bayi dengan rendah bahan kimia dan ditambah anti bakteri.

4. Mencuci dengan Air Hangat

Jika memungkinkan,cucilah pakaian dengan air hangat bersuhu sekitar 30 sampai 40 derajat selcius. Air hangat akan membuat kuman yang menempel di baju segara mati. Dengan cara ini Anda tidak perlu sabun anti bakteri. Air hangat juga membantu percepatan larutnya kotoran pada pakaian.

5. Jangan Mencuci Menggunakan Mesin Cuci

Pakaian bayi umumnya terbuat dari bahan yang lembut dan halus. Jahitan yang digunakan lembut sehingga tidak menimbulkan gesekan pada kulit. Oleh karena itu, pakaian ini jangan dicuci menggunakan mesin cuci. Mesin cuci akan membuat baju cepat rusak,kancing lepas, dan jahitan terbuka.

6. Membilas Sampai Bersih

Langkah terakhir dari mencuci baju bayi adalah membilasnya hingga bersih dan tidak terasa sabun. Sabun yang masih menempel dapat mengganggu kesehatan kulit bayi.

Mudah bukan mencuci pakaian bayi sendiri tanpa asisten rumah tangga atau baby sitter? Selamat mencoba!

Baca juga : Ruam popok pada bayi, apakah membahayakan?

You May Also Like

About the Author: Nani Ana

error: Content is protected !!