Pemimpin yang Baik Itu Apa Saja Karakter yang Dimilikinya?

Setiap manusia ialah pemimpin. Minimal untuk dirinya sendiri. Karena bertugas sebagai pemimpin, maka kamu harus tahu apa saja karakter pemimpin yang baik.

Tidak dipungkiri, maju atau tidaknya suatu organisasi dipengaruhi oleh kualitas pemimpinannya. Organisasi terkecil sekali pun bisa pemimpinnya tak baik pasti bakal hancur.

Meski ia punya bawahan super kreatif ketika pimpinan tak bisa memimpin maka hancurlah potensi itu. Akhirnya hilang tak berbekas.

Maka penting untuk tahu bagaimana cara menjadi pemimpin. Bila tidak demikian, hancurlah semua urusan hingga ke akar-akarnya. Sebelum terlambat ayo berubah ya!

Karakter Pemimpin yang Baik

Pemimpin baik itu mutlak dibutuhkan. Banyak pegawai hengkang dari kantornya karena memiliki pimpinan tak sesuai harapan.

Karena khawatir potensinya akan mati, maka lebih baik hengkang bukan?

Nah daripada nanti ketika kamu menjadi pemimpin malah jadi bahan omongan bawahan, maka lebih baik segera belajar menjadi pemimpin yang baik. Barangkali justru kamu akan menjadi sosok idola di perusahaan.

Apa saja karakternya? Simak di bawah ya!

1. Selalu Mengajak Diskusi Sehat

Pemimpin baik tidak suka memerintah. Tetapi ia menawarkan alternatif solusi kepada bawahan. Bahkan ia terkadang akan meminta pendapat akan suatu perkara.

Suatu masalah akan dirembug bersama. Dicari duduk permasalahannya seperti apa. Barulah lantas diselesaikan sesuai kesepakatan.

Maka jangan kaget kalau akan lebih sering diadakan diskusi. Karena kegiatan ini sangat penting untuk menemukan solusi.

2. Tidak Otoriter

Hari gini masih mau menjadi pimpinan otoriter? Sudah bukan zamannya lagi dong! Apalagi bila memiliki karyawan yang kesemuanya ialah generasi milenial.

Gaya otoriter tidak akan cocok digunakan kepada karyawan milenial. Karena karakter generasi ini ialah kreatif dan tidak suka dikekang. Lantas gaya otoriter itu sudah kuno. Bahkan akan memperburuk citra seorang pimpinan.

3. Mau Mendengarkan Sedikit Bicara

Karakter pemimpin yang baik selanjutnya ialah suka mendengarkan. Lazimnya orang suka didengarkan saja tanpa mau berusaha mendengarkan.

Lalu bila semua orang ingin didengarkan, siaap yang mau mendengarkan? Nah, bila kamu menerapkan hal ini, pastilah kamu akan disenangi bawahan.

Karena orang suka mendengarkan itu lebih mudah berempati dan bisa menilai permasalahan dengan sudut pandang lebih luas.

4. Tegas Bila Memutuskan

Pemimpin itu harus pula tegas. Meski memiliki kepribadian lunak, tetapi ketika ada sebuah permasalahan, ketegasan pimpinan akan menjadi penyelesaian.

Tegas itu tidak selalu galak dan keras ya. Melainkan mau mengambil keputusan dengan berani dan mau menghadapi resiko atas setiap keputusan. Dan juga pemimpin mampu bertanggung jawab atas segala keputusan yang ia ambil. Itulah si pemimpin sejati.

5. Mau Berkorban

Bukan pemimpin sejati bila ia tidak mau berkorban. Pemimpin ialah penjaga citra sebuah organisasi. Bila sesuatu terjadi, pemimpin yang harus mengatasi. Bila ada masalah besar, pemimpin harus siap segala dengan segala kemungkinan.

Kita Semua ini Pemimpin

Kita ialah pemimpin, terlebih bagi diri sendiri. Maka semua hal itu berlaku pula bagi kita yang saat ini hanya fokus mengurus diri sendiri.

Memang tidak mudah menjadi seorang pemimpin. Itu sebuah peran besar dengan tanggung jawab yang juga besar. Jadi tak sembarang orang bisa menjadi pemimpin.

Namun, semua orang bisa belajar menjadi pemimpin. Karena dalam diri setiap manusia sudah ada bakat memimpin.

Tinggal bagaimana cara ia akan mengasahnya saja. Pastikan kita menjadi pribadi pembelajar. Mau menerima kritik dan saran serta mau introspeksi diri.

Bagaimana pun pemimpin itu hanya manusia biasa. Suatu saat ia bakal melakukan kesalahan juga. Tapi asalkan mau terus belajar menjadi pemimpin yang baik, pasti kesalahan masa lalu akan membawa hikmah untuk masa depan.

Baca juga : Gagal mewujudkan mimpi? Jangan panik dan berputus aja, coba lagi saja!

You May Also Like

About the Author: Rafiah

error: Content is protected !!