Ruam Popok pada Bayi, Apakah Membahayakan?

Pernahkah bunda mengenal atau mendengar istilah ruam popok?

Tahukah bunda bahwa ruam popok sangat rentanterjadi pada anak, apalagi bagi bayi yang baru lahir? Saat ini, penggunaan popok sudah banyak sekali dilakukan oleh bunda-bunda yang baru saja memiliki bayi. Variasi popok pun semakin beragam, dari popok yang bisa digunakan berulang kali, hingga popok yang hanya sekali pakai.

Biasanya, bunda sudah mulai menggunakan popok untuk bayinya ketika berusia satu bulan. Sedangkan bunda tahu bahwa di usia ini, kulit bayi sangat sensitive. Hal inilah yang bisa jadi mengakibatkan timbulnya ruam popok pada bayi.

Biasanya, ruam popok terlihat dengan tanda kemerahan yang timbul di kulit sekitar pantat dan selangkangan. Bisa juga berupa kulit bersisik yang tentu akan sangat mngenggu kenyamanan bayi.

Ruam Popok Bisakah Membahayakan?

Mengenai bahaya atau tidaknya ruam yang terjadi itu tergantung pada apa yang menyebabkannya muncul pada kulit bayi. Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan ruam pada bayi, diantaranya telat mengganti popok, adanya infeksi jamur dan bakteri, ataupun reaksi alergi terhadap jenis popok yang digunakan.

Sebaiknya, bunda segera berkonsultasi dengan dokter kepercayaan bunda ketika mulai muncul ruam pada bayi. Pastikan bunda mengetahui apa penyebab timbulnya ruam dan bagaimana cara tepat dalam mengobatinya.

Walaupun ruam popok yang dialami bayi pada umumnya dapat sembuh dengan sendirinya, tetapi bunda juga harus selalu memantau perkembangannya. Waspadalah jika ruam mulai menunjukkan tanda-tanda kegawatan seperti timbul luka lecet, bengkak, kemerahan yang teramat sangat, reaksi kesakitan ketika bayi dipakaikan popok, dan keluarnya nanah atau cairan dari area sekitar pemakaian popok.

Jika Mulai Timbul Ruam Popok, Bagaimana Mengatasinya?

Bunda tak perlu panik ketika mulai timbul ruam popok pada bayi. Berpikir dengan tenang, akan sangat membantu bunda bergerak cepat dan tepat dalam mengatasinya. Ada beberapa hal yang dapat bunda lakukan untuk mengatasi ruam popok tersebut, diantaranya:

1. Pastikan rutin mengganti popok

Jangan tunggu sampai timbul ruam ya bund! Pastikan bunda mengganti popok bayi setiap dua sampai tiga jam sekali. Atau jika sudah terlihat penuh dan kotor, segeralah menggantinya walaupun belum sampai waktu yang ditentukan. Hal ini dilakukan untuk tetap menjaga kulit bayi dalam kondosi bersih dan menghindarkannya dari iritasi.

Jika sudah terjadi ruam, bunda harus lebih sigap lagi mengganti popoknya. Hal ini dikarenakan, kondisi ruam pada kulit yang terlalu lama dibiarkan lembap dapat memicu tumbuhnya jamur pada kulit bayi. Bunda juga harus memastikan untuk tidak mengenakan popok yang terlalu ketat pada bayi agar kulit bayi tetap dapat bernapas dengan baik.

2. Perhatikan popok yang digunakan

Tidak semua bayi cocok menggunakan popok dengan merek tertentu. Pastikan bunda memilih popok yang sesuai den cocok dengan kulit bayi bunda. Apabila ketika menggunakan satu merek popok bayi bunda menunjukkan reaksi alergi, segeralah untuk menggantinya dengan merek lain.

Apabila bunda menggunakan popok kain dan muncul ruam pada kulit bayi, cobalah untuk mengganti detergen khusus untuk kulit bayi yang sensitif. Pastikan sabun yang bunda pakai memiliki keterangan lembut dan hypoallergenic pada kemasannya.

Memang diperlukan kesabaran ekstra. Namun, demi kesehatan bayi, bunda harus tetap sabar!

3. Coba pakai krim khusus untuk ruam pada bayi

Jika sudah terjadi ruam, bunda bisa menggunakan krim khusus untuk mengatasi ruam popok pada bayi. Krim ini busa bunda dapatkan di apotik terdekat. Atau, bunda bisa berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter sebelum membelinya.

Itulah beberapa hal yang perlu bunda ketahui seputar ruam popok pada bayi. Bunda dapat mencari informasi yang lebih detail dengan bertanya kepada dokter atau bidan kepercayaan. Jadi, tak perlu panik ketika mendapati timbul ruam pada bayi ya bunda!

Baca juga : Air mineral untuk bayi dibawah 6 bulan bahaya atau tidak?

You May Also Like

About the Author: Izzatun Nadia

error: Content is protected !!