Tradisi Jelang Ramadhan Ini Hanya Ada di Indonesia!

Setiap menjelang bulan Ramadhan, ummat Islam selalu bersiap-siap dalam banyak hal. Persiapan mulai dari fisik karena akan melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan penuh sampai dengan persiapan bahan pangan. Anak-anak hingga orang tua menyambut bulan Ramadhan dengan suka-cita. Persiapan tersebut biasanya dibungkus oleh tradisi jelang Ramadhan.

Tradisi Jelang Ramadhan Di Indonesia Beragam

Di Indonesia, ada banyak tradisi menjelang atau menyambut datangnya Ramadhan. Biasanya, tradisi sudah dimulai sejak satu bulan hingga sehari menjelang Ramadhan tiba.

Kamu mau tahu tradisi unik jelang Ramadhan di Indonesia. Simak terus artikel ini ya!

Munggahan

Tradisi Munggahan dikenal dari tanah Sunda, jawa Barat. Tradisi ini biasanya dilakukan satu hari sebelum mulai berpuasa.

Sehari sebelum puasa tiba, seluruh keluarga berkumpul bersama menikmati hidangan khusus keluarga. Ini dianggap sebagai hari terakhir makan sebelum masuk bulan Ramadhan.

Masih banyak masyarakat Sunda yang memegang teguh tradisi munggahan. Hanya saja tempatnya diubah untuk kepraktisan. Keluarga berkumpul di restoran untuk menikmati santap bersama.

Dugderan

Tradisi dugderan adalah tradisi yang biasa dilakukan oleh masyarakat Jawa Tengah. Dugderan dilakukan satu minggu menjelang bulan Ramadhan. Tradisi yang telah ada sejak ratusan tahun ini, menyerupai karnaval. Saat dugderan digelar banyak pengunjung yang datang untuk melihatnya. Di antara pengunjung terdapat wisatawan asing yang tidak beragama Islam.

Meugang

Tradisi meugang telah dilaksanakan oleh masyarakat Naggroe Aceh darusalam sejak tahun 1.400 Masehi. Tradisi meugang dilakukan raja-raja Aceh dahulu dengan menyembelih kambing atau kerbau.

Meugang kini dilaksanakan masyarakat Aceh secara bergotong royong. Keluarga yang tidak mampu membeli kambing atau kerbau biasanya ikut berpartisipasi memasak kambing dan kerbau hingga menjadi hidangan yang lezat.

Nyorog

Kemudian ada nyorog yang merupakan tradisi sebelum Ramadhan yang biasa dilakukan oleh masyarakat Betawi. Dalam tradisi nyorog, beberapa minggu sampai beberapa hari sebelum Ramadhan keluarga saling mengunjungi untuk membawa bingkisan. Umumnya, kerabat yang lebih muda akan mengunjungi yang lebih tua atau dituakan.

Tujuan nyorog adalah meminta restu kepada kerabat yang lebih tua agar diberi kemudahan dan kelancaran rejeki hingga puasa Ramadhan selama satu bulan penuh ditunaikan.

Saai ini tradisi nyorog sudah tidak lagi dilaksanakan banyak masyarakat Betawi. Mungkin karena jarak rumah yang sudah tidak lagi berdekatan seperti dahulu.

Megibung

Di Bali mayoritas penduduknya beragama Hindu. Namun, masyarakat Karangasem, Bali mempunyai tradisi sebelum Ramadhan yang tidak kalah dibandingkan tempat lain. Namanya megibung.

Saat megibung, masyarakat berkumpul dan makan bersama dalam satu wadah. Setiap wadah dapat digunakan untuk 4 sampai 6 orang.

Padusan

Tradisi padusan mungkin paling unik dibandingkan tradisi lain di atas.

Masyarakat Boyolali masih mempercayai bahwa ketika menjelang Ramadhan mereka harus menyucikan diri dengan mandi di air yang dianggap keramat. Mandi di air keramat jelang Ramadhan inilah yang disebut padusan.

Malamang dan Balimau

Makanan menjadi bagian khas tradisi Minangkabau. Begitu pula saat menjelang Ramadhan. Di sana masyarakat bersama-sama menumbuk ketan dan membuat lemang untuk dimakan bersama.

Selain malamang, masyarakat Minangkabau yang tinggal di pesisir akan mandi menggunakan jeruk nipis. Tradisi sebelum Ramadhan ini disebut balimau atau menggunakan jeruk. Mandi dengan jeruk nipis dipercaya sebagai membersihkan diri secara lahir batin agar puasa lebih diterima Allah Swt.

Dangdangan

Tradisi dangdangan menurut sejarah sebenarnya suara bedug di tabuh dari menara Masjid Kudus. Saat itu bedug ditabuh agar para santri berkumpul menunggu pengumuman resmi datangnya awal Ramadhan dari Syekh Jafar Sodiq.

Tradisi ini terus berlanjut. Saat ini, dari Masjid Kudus sampai sekitar 1 km, kirab dangdangan yang menjual berbagai alat kebutuhan rumah tangga digelar. Kirab dangdangan berjalan mengitari alun-alun Kudus hingga terakhir sampai di kantor Bupati Kudus dan jajarannya.

Itulah sebagian tradisi jelang Ramadhan yang hanya ada di Indonesia. Semua tradisi dimaksudkan sebagai lambang menyucikan diri sebelum puasa dimulai. Dari manakah asalmu? Apa tradisi unik di kotamu?

Baca juga : Makanan khas bulan ramadhan, anda sudah pernah menyicipinya?

You May Also Like

About the Author: Nani Ana

error: Content is protected !!