Usia Masuk SD Harus 7 Tahun, Mengapa Demikian?

Setiap tahun selalu ada saja perdebatan menganai usia yang tepat untuk masuk SD. Ssebenarnya pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah membuatkan peraturan yang jelas. Namun, orang tua masih banyak yang masih ingin anaknya diterima masuk SD dengan usia kurang karena menilai anak sudah dapat calistung dengan baik.

Aturan Kemendikbud Tentang Persyaratan Masuk SD

Pemerintah, sejak tahun lalu tepatnya 14 Juni 2018 telah menetapkan beberapa syarat masuk SD. Syarat ini harus diikuti oleh semua sekolah negeri dan swasta yang dalam pembelajarannya mengikuti kurikulum pendidikan nasional.

Aturan Kemendikbud secara umum disimpulkan sebagai berikut.

1. Syarat masuk sekolah dasar bukan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Berdasarkan aturan ini sekolah-sekolah seharusnya tidak lagi menerapkan tes baca tulis untuk penerimaan siswa baru.

2. Persyaratan masuk SD yang paling dasar berdasarkan usia anak, harus 7 tahun atau minimal 6 tahun selambat-lambatnya 1 Juli pada saat tahun mendaftar.

Anak yang mempunyai kecerdasan dan keistimewaan khusus ditambah dengan kesehatan secara fisik dapat masuk usia SD di usia kurang dari 6 tahun atau lebih dari 5,3 tahun. Syaratnya, harus ada bukti tertulis dari psikolog sebagai tanda cerdas istimewa.

Jika anak masuk SD kurang dari usia yang disyaratkan, maka sampai usianya cukup anak tidak terdaftar dan tidak mendapat nomor induk siswa nasional (NISN), yang berarti semua haknya sebagai siswa dari pemerintah ditiadakan.

Di sekolah negeri yang gratis mereka akan dikenai biaya, sementara untuk sekolah swasta orang tua akan membayar lebih mahal. Anak juga kemungkinan akan mendapat masalah yang sama ketika memasuki sekolah di jenjang lebih tinggi.

3. Selain usia, ada sistem zonasi yang juga berlaku, di mana anak dengan usia sama akan didahulukan masuk SD yang terdekat dari sekolah.

Alasan Masuk SD Harus Usia 7 Tahun

Sekitar 35 tahun lalu, sebenarnya usia masuk SD sudah dibatasi di 6 tahun. Namun, semakin tahun bannyak orang tua terpacu untuk menyekolahkan anaknya lebih awal dengan berbagai alasan. Di sinilah masalah sering kali timbul. Orang tua kecewa dengan sekolah yang tidak mau menerima anaknya.

Mengapa masuk SD harus usia 7 tahun? Ini alasannya.

1. Kemampuan Fisik

Anak usia 7 tahun dianggap sudah baik fisiknya. Meski ketika masuk belum dapat menulis, anak akan lebih mudah belajar karena genggamannya benar. Fisik anak di usia ini juga sudah dapat membuatnya fokus untuk belajar hingga waktu yang lama.

2. Kemandirian dan Kematangan

Sebagian besar anak usia 7 tahun sudah mandiri dan matang. Ini bukan berarti guru kelas 1 tidak mau membantu siswanya. Namun, Anda dapat bayangkan bahwa mengajar SD kelas 1 sudah cukup sulit. Guru harus memikirkan bagaimana caranya menyampaikan ilmu yang sudah cukup sulit sekaligus memotivasi mereka yang harus beradaptasi dengan suasana baru.

3. Fase Operasional Kongret

Usia 7 sampai 11 tahun, anak dikatakan sudah memasuki fase opersional kongret. Mereka sudah mulai memahami ada banyak hal di sekitarnya dan menghubungkan satu sama lain. Mereka dapat bersosialisasi, baik dengan guru dan teman-teman.

Di usia sebelumnya mereka baru menempuh fase pra operasinal yang mengembangkan sensori motorik dan bahasa.

4. Emosi

Secara emosi sudah tidak ada rasa egosentris bagi anak usia 7 tahun. Emosinya sudah lebih terkendali. Meski beberapa anak masih menangis saat awal sekolah biasanya tidak akan berlangsung lama.

5. Kognitif

Kecerdasan mengikuti kemandirian dan kematangan anak. Ini akan membantu mereka belajar dengan baik. Jangan beranggapan sekedar mereka mampu dan cerdas. Materi pelajaran sekarang lebih berat dibandingkan zaman Anda sekolah dulu.

Bagaimana pendapat Anda tentang artikel kali ini? Semoga menjadi solusi bagi Anda yang masih bingung dengan usia masuk SD. Terimakasih.

Baca juga : Belajar calistung, kapan mulai diperkenalkan pada anak?

You May Also Like

About the Author: Nani Ana

error: Content is protected !!