Menghitung Berat Badan Ideal, Caranya Sangat Mudah!

Sejak Anda lahir sampai dewasa, penampilan fisik dilihat dari berat badan. Bayi yang lucu, jika berat badannya gemuk, begitu pula dengan balita yang menggemaskan. Semakin besar usia, orang lebih menyukai penampilan yang kurus. Terkadang malah orang akan lebih senang kurus. Padahal, ada yang disebut sebagai berat badan ideal sebagai patokan. Berat Anda harus berkisar di antara berat ideal. Oleh karena itu, menghitung berat badan ideal harus dapat Anda lakukan sendiri.

Menghitung Berat Badan Ideal Anak

Anda mungkin jarang memperhatikan berat badan anak. Yang terpenting tidak terlihat terlalu kurus.
Pandangan di atas salah. Anak perlu juga dijaga berat badannya. Tidak boleh terlau kurus karena menandakan kurang gizi dan tidak terlalu gemuk yang menandakan anak obesitas.

Anak yang terlalu kurus, artinya kurang gizi. Anak mungkin sering sakit sehingga tumbuh kembangnya terhambat. Sementara anak yang obesitas akan rentan membawa kegemukannya hingga dewasa dan mudah terserang penyakit degeneratif. Kegemukan juga akan membuat anak malas bergerak. Tumbuh kembang anak seperti ini akan sama dengan yang terlalu kurus.

Berat badan ideal anak balita sebenarnya dapat dilihat di Kartu Meneuju Sehat atau KMS yang biasanya dimiliki setiap anak hingga usia 5 tahun.

Pada KMS, garis merah menunjukkan berat badan sudah jauh di bawah normal. Kemudian ada bagian yang berwarna hijau tua. Ini menandakan daerah berat badan normal atau ideal anak. Di bawah dan di atas daerah hijau tua terdapat daerah warna hijau muda. Warna hijau muda sudah menunjukkan kata berlebihan. Di atas berarti melebih berat badan normal dan di bawah berarti kurang dari batas normal.

Warna kuning memberi peringatan hati-hati. Di atas berarti ahti-hati terhadap obesitas, di bawah berarti hati-hati terhadap gizi buruk.

Berat badan balita lebih spesifik ditunjukkan oleh Indeks Masa Tubuh atau IMT.

IMT = Berat Badan : (Tinggi Badan x Tinggi Badan)

IMT anak berdasarkan usia dan jenis kelamin dapat dicari datanya melalui internet dengan mudah. Anak yang berat badannya di bawah IMT termasuk kurus dan di atas IMT berlebih. Anda dpat memperkirakan obesitas dan kurang gizi jika angka berat badan jauh dari IMT.

Menghitung Berat Badan Ideal Orang Dewasa

Jika berat badan anak terkait dengan tumbuh kembang, berat badan orang dewasa umumnya dikaitkan dengan penampilan. Namun, agar penampilan Anda tetap terjaga dan tidak terlalu kurus, hitung dulu berat badan ideal dengan cara berikut.

  1. Tinggi badan orang dewasa (cm) dikurangi 100 cm, menghasilkan berat badan normal orang dewasa.
  2. Selain dengan cara di atas berat badan ideal juga dapat dihitung berdasarkan IMT. Cara menghitungnya sama dengan balita.
  3. Beberapa ahli mengukur berat badan ideal orang dewasa menggunakan rumus :
    – (Tinggi Badan – 100 cm) – ( Tinggi Badan -100) x 10 % untuk laki.
    – (Tinggi Badan – 100 cm) – ( Tinggi Badan -100) x 15 % untuk wanita.

Berat Badan Wanita Hamil

Berat badan wanita yang sedang hamil seharusnya bertambah dari sebelum hamil. Semakin besar usia kehamilan, semakin banyak pertambahannya. Ini disebabkan bayi atau janin dalam kandungan terus tumbuh dan berkembang.

Cara mengukur berat badan ideal wanita hamil tergantung pada IMT sebelum hamil. Jika sebelum hamil, wanita tergolong kurus maka seharusnya pertambahannya lebih banyak dari yang gemuk.

Berat badan wanita hamil bertambah sekitar 5 kg sampai 18 kg dari IMT sebelum hamil. Berat badan ideal saat hamil harus dijaga karena terkait dengan tumbuh kembang janin dan proses persalinan kelak.

Sekian artikel kali ini. Yuk menghitung berat badan ideal Anda!

Baca juga : Cemilan diet sehat yang mengeyangkan dan enak

You May Also Like

About the Author: Nani Ana

error: Content is protected !!